Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan

3.18.2009

Tips Memelihara Dan Mengembangkan Jaringan

Kelangsungan suatu bisnis banyak ditentukan oleh seberapa banyak si pemilik bisnis membangun jaringan, merawat dan mengembangkan jaringan yang telah dibangun.

Jika kita tidak memelihara dan mengembangkan jaringan, jangan harap bisnis kita akan lestari. Merawat dan memelihara jaringan sama pentingnya dengan membangun atau mengembangkan jaringan.

Berikut adalah tips bagaimana memelihara dan mengembangkan jaringan untuk kemajuan bisnis kita :
  1. Ingatlah peristiwa-peristiwa penting dalam komunitas yang telah kita bangun.
  2. Cermatilah perubahan-perubahan yang terjadi pada pribadi, organisasi, atau perusahaan pada jaringan kita.
  3. Kirimlah surat, faksimili, atau e-mail ke perusahaan calon mitra kita.
  4. Dokumentasikan peristiwa penting yang terjadi pada jaringan kita.
  5. Manfaatkan tempat singgah kita secara konstruktif.
  6. Jadilah perantara yang mampu menangani komunikasi di antara pihak yang bertikai.
  7. Telepon mereka sewaktu mereka ditimpa kemalangan.
  8. Laporkan pada jaringan kita jika ada perubahan-perubahan besar.
  9. Hadirilah undangan dari setiap anggota jaringan yang mengundang kita. Memenuhi undangan merupakan bentuk rasa hormat kita kepada mitra kerja kita.
Pada dasarnya ada dua cara untuk tetap memelihara dan merawat jaringan kita, yaitu cara proaktif dan cara positif-reaktif. Cara proaktif berarti kita secara rutin dan terus menerus memelihara dan berusaha menghubungi jaringan kita secara kreatif.

Sedangkan cara positif-reaktif berarti kita selalu merespon atau menanggapi secara positif dan melakukan kontak kepada jaringan atas berbagai peristiwa penting atau perubahan situasi yang dialami oleh jaringan kita.

Berhubungan dengan jaringan dapat kita lakukan dengan berbagai cara, seperti pertemuan face to face, pertemuan kelompok (pesta, event tertentu, dan lain-lain), melalui telepon, kartu pos, surat, e-mail atau bahkan hanya menitip salam melalui jaringan kita yang lain. Gunakan berbagai media atau jaringan kita sendiri untuk senantiasa berhubungan dengan seluruh (atau minimal sebagian besar) jaringan kita.

Kita harus membuat target atau jadwal rutin siapa saja yang harus kita hubungi(meskipun kita tidak mempunyai urusan bisnis tertentu dengan mereka) dan berapa sering kita harus mengontak mereka.


Sumber : Media Indonesia

Read more...

2.14.2009

Saling Tukar Ilmu, Cara Murah untuk Sukses Bersama

Ada tiga tukang sulap, yaitu tukang sulap A, B dan C. Masing-masing mereka punya satu trik sulap yang berbeda. Satu tukang sulap hanya punya satu trik. Kemudian mereka saling bertukar trik sulap. Jadi, setiap tukang sulap akhirnya punya tiga trik sulap. Masing-maling pesulap tentunya telah mengeluarkan biaya tertentu untuk mempelajari trik andalannya tersebut. Dengan saling bertukar ilmu, mereka jadi punya trik lebih banyak dan bisa menarik penonton lebih banyak tanpa keluar biaya besar.

Dalam dunia bisnis, kita tidak mungkin punya semua keahlian. Mungkin ada yang jago marketing saja, ada yang lihai produksi saja, ada yang ahli di teknologi saja, ada yang pakar di SDM dan seterusnya. Bagaimana caranya agar semua ilmu bisa dikuasai oleh masing-masing pebisnis? Kalau perusahaannya sudah besar, gampang, tinggal menggaji orang ahli atau cari konsultan yang mahal. Tapi, kalau masih perusahaan kecil, tentu hal ini jadi kendala terutama dari segi biaya dan waktu.

Untuk mengatasi kendala biaya dan waktu, masing-masing pengusaha dengan keahlian berbeda itu bisa saling tukar ilmu. Mereka kemudian membuat kelompok. Si A yang ahli marketing tapi lemah di produksi saling bertukar ilmu denan si B yang ahli produksi tapi lemah di marketing. Si C yang jago teknologi saling tukar ilmu dengan si D yang menguasai SDM. Demikian terbentuklah suatu kelompok yang saling mendukung dan saling membantu satu sama lain, untuk kemajuan bersama.

Cara seperti ini sudah banyak dikenal dengan Master Mind Group atau Kelompok Pemikir Utama. Mark Victor Hansen dan Robert Allen banyak menulis tentang ini dalam bukunya ‘One Minute Millionaire” dan “Kekuatan dari Fokus”. Anthony Robbins mempraktekkan dengan membentuk Master Mind Group yang beranggotakan pebisnis dengan pendapatan minimal 10 juta dollar per tahun. Pak Tung Desem Waringin pernah cerita kepada saya bahwa dia juga punya grup seperti ini yang bertemu sebulan sekali. Untuk pertemuan rutin ini, dia akan menolak tawaran seminar bila jadwalnya bentrok dengan pertemuan grup tersebut. Katanya, di antara anggota yang lain, saat itu Pak Tung adalah anggota yang paling miskin!

Ide saling tukar ilmu ini bisa diterapkan dengan cara lain seperti:
- Saling tukar koleksi buku, modul pelatihan, kaset/CD dll. Ini sudah saya lakukan dengan beberapa teman. Jadi, setiap akan bertemu, kami masing-masing membawa sesuatu untuk dipertukarkan, misalnya saya membawa buku “Multiple Streams of Income”-nya Robert Allen sedangkan kawan saya membawa CD “Wealth Dynamic”-nya Roger Hamilton.

- Saling tukar ilmu dari seminar atau pelatihan yang diikuti. Bisa juga dua orang kawan masing-masing ikut seminar yang berbeda, kemudian saling berbagi ilmu yang didapat. Kawan saya pernah patungan dengan beberapa temannya untuk memodali salah satu di antara mereka untuk berangkat pelatihannya Robert Kiyosaki di Hawaii. Anggota yang berangkat itu kemudian ditugasi untuk mengajari ilmu yang diperolehnya tersebut kepada anggota yang tidak berangkat.

- Membentuk Master Mind Group. Anggotanya antara 5 sampai 7 orang saja dengan syarat misalnya perusahaannya punya omset minimal 5 milyar setahun dan dari bidang usaha yang berbeda. Grup ini bertemu sebulan sekali dengan agenda menceritakan perkembangan dan masalah bisnis yang dihadapi. Masing-masing anggota bisa memberi saran atau ide mengenai permasalahan yang dihadapi anggota yang lain. Demikian seterusnya.

- Mengikuti Mailing List bisnis. Di sini setiap anggota bisa saling berbagi cerita dan informasi yang bermanfaat bagi yang lainnya. Melalui mailing list juga bisa ditemukan kontak-kontak bisnis yang sedang dicari, misalnya seorang pedagang akhirnya bertemu supplier produk yang dicarinya. Mailing list juga bisa dilanjutkan dengan acara pertemuan “off air” seperti yang dilakukan oleh Mailing list Kuadran Empat, Marketing Club dan sebagainya. Saya sendiri merasakan banyak manfaat dari mengikuti mailing list.

Masih banyak lagi yang bisa dilakukan dalam rangka saling bertukar ilmu untuk sukses bersama ini. Mungkin anda juga sudah menerapkannya. Sebagai penutup, saya punya cerita menarik. Beberapa bulan lalu saya berencana untuk ikut pelatihan Jay Abraham di Singapura. Biayanya sekitar 19 juta rupiah. Singkat cerita, saya berkenalan dengan seseorang di sebuah seminar. Saya ceritakan rencana saya tersebut. Dia menyarankan supaya saya membatalkan niat tersebut. Sebab, dia punya dua modul yang akan disampaikan dalam pelatihan tersebut. Dia akan berikan fotokopinya, saya tinggal ganti ongkosnya saja. Akhirnya, saya dapat modul tersebut dengan uang hanya seratus ribu saja!

Mari kita saling tukar ilmu untuk kesuksesaan bersama. Semoga bermanfaat


Source :roniyuzirman.wordpress.com/2005/11/19/saling-tukar-ilmu-cara-murah-untuk-sukses-bersama/


Reblog this post [with Zemanta]

Read more...
Free Website Hosting

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP